Kecamatan Saparua Timur

 

1.1. Letak & Batas Wilayah

Kecamatan Saparua Timur berada di Kepualauan Lease yang terdiri dari 1 pulau. Pulau yang dihuni adalah Pulau Saparua dimana terdapat 10 Desa/Kelurahan.

Letak Kecamatan Saparua Timur berada sebagian besar dalam wilayah pulau Saparua Timur dan secara geografis terletak pada posisi :  lintang selatan dan bujur timur.

 

1.1. Position & Borders

Saparua Timur District in the Lease Islands are composed of 1 inhabited islands. The island is inhabited Saparua Island where there are 10 village.

Location of district Saparua Timur located mostly in areas Saparua Timur island and is geographically located at the position :  southern latitude and  eastern longitude.

 

1.2. Luas & Jarak

Luas keseluruhan Kecamatan Saparua Timur 96,60 Km2, dengan desa yang terluas adalah Desa Siri Sori Amalatu sebesar 18,00 Km2 setelah itu desa Tuhaha dan Desa Ihamahu masing-masing 13,30 Km2 dan 12,10 Km2

 

1.2. Total Area & Distance

Total area of 96,60 km2 Saparua Timur District,  with the largest village is the village of Siri Sori Amalatu by 18,00 km2 after that village and the village of Tuhaha and Ihamahu respectively 13,30 km2 and 12,10 km2. .

 

sedangkan yang terkecil adalah Desa Iha seluas 0,75 Km2. Jarak dari Ibu Kota Kecamatan ke masing-masing Desa/Kelurahan dan Jarak Ibu Kota Kecamatan ke Ibu Kota Kabupaten dapat dilihat pada Tabel 1.3

while  Iha smallest village square is 0, 75 km2. The distance from the Capital District to the respective Village and Distance Capital District to the Capital Regency can be seen in Table 1.3


1.3. Topografi

Wilayah Kecamatan Saparua Timur sebagian besar terdiri dari daerah pegunungan dan berbukit akan tetapi persebaran desa di wilayah kecamatan Saparua Timur terdapat pada pesisir pantai.

1.3. Topography

Territory of Saparua Timur district largely composed of mountainous and hilly areas but the distribution of villages in the district Saparua Timur found on the coast.

 

1.4. Iklim

Kecamatan Saparua Timur mengalami iklim laut tropis dan iklim musim. Keadaan ini disebabkan oleh karena Kecamatan Saparua Timur dikelilingi laut yang luas, sehingga iklim laut tropis didaerah ini berlangsung seirama dengan iklim musim yang ada.

1.4. Climate

Saparua Timur District experiences tropical sea climate and season climate. This is because Saparua Timur District territory is surrounded by sea. It makes tropical sea climate synchronizes with season climate

 

NEGERI OUW

Memiliki hamparan tanah alufial dan  dapat dijangkau dengan menempuh perjalanan 9 Km2 dengan akses Jalan Darat. Luas  wilayah seluas 7,70 Km2.

Sarana Prasarana wisata yang ada pada lokasi ini adalah PLN, Air bersih, kantor pos serta akses jalan 9 Km2. Sedangakan objek – objek wisata yang terdapat di daerah ini antara lain:

Pantai Moutoni

Pantai ini berjarak 11 Km2 dari Kota Kecamatan, 86,34 Km2 dari Kota Kabupaten  dan 59 Km2 dari Kota Provinsi. Dijangkau dengan kenderaan roda empat  dari kota kecamatan ( tarif  Rp.5.000,- per orang ) sedangkan jika menggunakan kenderaan roda dua / ojek dikenakan tarif ( Rp.10.000,- per orang ).

Pantai ini dikelola oleh Pemerintah Negeri dimana tarif masuk objek sangat terjangkau dan dapat memberikan kontribusi bagi Negeri.

Luas areal objek 200 m2, dengan daya tarik pasir putih, deburan ombak serta rindangnya lokasi karena ditumbuhi pepohonan. Akses ke destinasi cukup baik, karena tersedia anak tangga di jalan masuk, selain itu sarana ruang ganti serta rumah payung/shelter, yang tertata rapih.

 

Pantai Mukaoni

Sebagaimana pantai motoni dengan daya tarik hamparan pasir putih, demikian halnya dengan pantai mukaoni yang  terdapat pada areal seluas 500 m2. dari tempat ini kita dapat melihat secara langsung  tanjung Ouw yang terkenal dengan deburan ombaknya serta Pulau Nusalaut yang terbentang dekat. Pada lokasi ini terdapat taman laut yang menjadi incaran pengunjung. Secara fisik kondisi objek sangat menarik, namun kondisi sarana  penunjang

sudah rusak.Letaknya  500 m2 dari lokasi pantai Moutoni.

 

Gua Liano

Gua Liano merupakan gua alam yang karakteristik ornamennya masih sangat natural. Masyarakat setempat telah memberdayakan pemanfaatan gua tersebut sebagai sebuah objek wisata. Hal ini terbukti dengan  jalan masuk ke mulut gua yang telah dilengkapi dengan anak tangga 110 buah anak tangga.         Di dalam gua terdapat sumber air bersih yang airnya mengalir ke bagian hilirnya langsung ke  Laut. Kunjungan ke gua biasanya dilakukan pengunjung ketika mereka berkunjung ke pantai muotoni, mukaoni maupun tempat pembuatan gerabah. Jarak gua dari pusat Negeri 300 m2. Pemanfaatan air bersih pada gua  juga sebagai sumber air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar lokasi tersebut.

 

Kerajinan Gerabah

Kerajinan gerabah merupakan mascot Negeri yang sangat terkenal. Kerajinan membuat gerabah merupakan tradisi turun temurun yang hingga kini eksis. Bahkan telah memberikan kontribusi bagi masyarakat. Bahan baku pembuatan gerabah adalah tanah liat dan pasir. Produksinya dikemas dalam beragam bentuk, bahkan untuk cinderamata.Dari aspek pemasaran, masih terbatas pada pasaran lokal.

 

 

NEGERI ULATH

Negeri ini berjarak 8,5 Km2 dari kota kecamatan, 84,04 Km2 dari kota Kabupaten dan 56,50 Km2 dari Kota Provinsi. Negeri Ulath dengan topografi tanah alufial dan agak berbatu ini dapat ditempuh dengan kenderaan laut dan darat dari masing – masing kota pemerintahan. dari kota Kecamatan cukup dengan kenderaan roda dua atau roda empat namun dari Kota Kabupaten maupun Kota Provinsi harus menggunakan angkutan laut.  Objek wisata yang ada pada daerah ini adalah Upacara adat Maeupu, yang juga terdapat di daerah lain di Lease.

 

Sarana  :

Sarana penunjang yang terdapat pada Negeri ini adalah, Puskesmas, PLN, air bersih serta kantor Pos.

 

 

NEGERI SIRI SORI

Dengan topografi wilayah sebagaimana Negeri lainnya, maka Negeri Sirisori dapat dijangkau dengan kenderaan roda dua maupun empat sejauh 4 Km2.Objek wisata yang dimiliki Negeri Siri –sori ini tidak hanya objek wisata bahari tetapi juga wisata sejarah. Hal tersebut dapat dijelaskan berikut ini :

 

Parang Salawaku Said Perintah

Sebagai seorang rekan seperjuangan dari Pahlawan Pattimura, bukti sejarah Said Perintah berupa sebilah parang dan sebilah salawaku masih tersimpan di rumah raja Negeri Siri Sori. Parang ini digunakan ketika pemandian kapal Pattimura Oleh raja haria dan Raja Siri Sori Islam, serta dalam perang Pattimura pada tahun 1817. Rumah raja yang ditempati saat ini juga merupakan rumah peninggalan Belanda sejak tahun 1812. Sedangkan rumah raja sebelumnya yang terletak 20 m2 dari rumah raja saat ini direncanakan akan dijadikan museum Budaya Negeri Siri- Sori.   Bukti sejarah lainnya yang dapat dilihat pada rumah raja, yaitu :  Bendera negera-negera bagian buatan Belanda pada masa penjajahan Belanda, Pahlawan Nasional lainnya seperti : Abdul Mutalip Sangadji, tempayan tua tempat rempah – rempah yang terbuat dari tembaga. Lemari tua, serta beberapa peninggalan sejarah lainnya. Dengan menempuh jarak 5 Km2 dari puas kota Kecamatan pengunjung dapat dapat melihat langsung objek tersebut.

 

Makanan Ciri Khas Daerah

Makanan Ciri khas daerah yang diproduksikan oleh masyarakat Negeri Siri – sori ini adalah Bagea, sarut, kue kenari, yang telah dikemas dalam bentuk kemasan siap saji/konsumsi. Adapun bahan dasar pembuatan makanan ringan tersebut adalah tepung sagu, Isi pohon sagu, gula dan santan. Makanan Ciri khas ini sekaligus merupakan cinderamata/ oleh-oleh yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung. Pemasarannya sudah terpublikasi pada moment- moment promosi, pasar Ambon, maupun pasaran lokal. Sebuah sanggar yang cukup mempunyai andil dalam menggali potensi budaya yaitu Sanggar Salawaku Louhatta yang hingga kini eksis untuk mempromosikan makanan cirri khas daerah tersebut.

 

 

 

 

 

 

PANTAI WAIHENAHIA

Tidak hanya objek sejarah maupun makanan ciri khas yang ditawarkan di Negeri Siri Sori, tetapi juga objek wisata pantai Waihenahia yang berjarak 5 Km2 dari kota Kecamatan dan dapat dijangkau dengan kenderaan darat dari kota tersebut. Dari Kota Kabupaten pengunjung dapat menumpangi kapal laut / speedboat. Diskripsi lokasi : Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang panjang, serta pohon nyiur yang tumbuh sepanjang pantai. Destinasi yang ideal bagi pengunjung lokal maupun Manca Negara. Aktivitas olahragapun dapat dilakukan ketika air laut mulai surut, karena hampatan pasir yang sangat luas, memberikan ruang bagi aktivitas olahraga voly pantai, bola kaki bahkan selam dan renang.

 

 

NEGERI NOLLOTH

Topografi wilayah sama dengan Negeri lainnya di Saparua, dengan Luas Wilayah mencapai 15 Km2. Potensi pariwisata di Negeri Nolloth dikelola langsung oleh masyarakat dan pemerintah Negeri.

 

Sarana  :

Sarana penunjang kegiatan wiasat meliputi : Saran jalan sepanjang 12 Km2, Puskesmas, fasilitas air bersih, PLN dan Kantor Pos.

 

Taman Laut

Taman laut di Negeri Nolloth berjarak 17 Km2 dari kota Kecamatan, 57 Km2 dari Kota Kabupaten dan 65 Km2 dari kota Provinsi. Memiliki panorama laut yang indah dengan terumbu karang yang warna warni dan biota laut yang beraneka ragam. Disamping adanya potensi laut yang berdayakan oleh pemerintah Negeri setempat dengan pemberlakukan hukum adat : Sasi Laut

 

GEREJA TUA NOLLOTH

Objek sejarah ini dapat dijangkau dengan kenderaan laut dari kota Provinsi sejauh 62 Km2 dan Kota Kabupaten  sejauh 60 Km2 menyeberang lautan ke Saparua. Kemudian berkenderaan darat sejauh 12 Km2 hingga sampai di Negeri ini. Rumah Ibadah ini masih beratap rumbia  dengan konstruksi bangunan menggunakan campuran bahan kapur yang tebalnya 50 cm2. Gereja yang dibangun tahun 1850 ini,  masih digunakan masyarakat  sebagai sarana peribadatan umat nasarani.

 

BAILEO TUA

Baileo tua yang juga beratap rumbia  sudah berusia 300 tahun. Baileo ini merupakan tempat sejarah berdirinya Negeri Nolloth.

 

NEGERI  IHA

Negeri Iha dengan topografi wilayah alufial, memiliki luas wilayah 0,2 Km2. Sarana pendukung Kegiatan wisata :

 

Kerajaan Iha

Berjarak 19 Km2 dari kota Kecamatan dan 67,5 Km2 dari Kota Kabupaten  serta 62 Km2 dari Kota Provinsi dapat dicapai dengan kenderaan laut dan darat. Kerajaan ini didirikan tahun 1700 M dan memiliki sebuah benteng pertahanan yang terdapat di daerah pegunungan. Jarak dari Induk ke Benteng tersebut adalah 3 Km2  yang dapat di tempuh hanya dengan jalan kaki.  Didalam benteng terdapat sisa bangunan tua, benda-benda peninggalan kerajaan  yang menceriterakan tentang sejarah kerajaan yang cukup panjang. Hal ini dapat dibuktikan dengan usia mesjid yang dibangun pada tahun 1691 M. Objek benteng tersebut dirawat oleh masyarakat dan Pemerintah Negeri.

Kerajinan Pandai Besi

Kerajinan yang telah turun temurun ini masih ditekuni hingga kini. Hal ini sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Iha.

 

 

NEGERI TUHAHA

Topografi wilayah bertanah alufial yang landai. Luas Wilayahnya mencapai 15 Km2. Objek Wisata yang sangat terkenal adalah objek wisata sejarah, yang dapat didiskripsikan sebagai berikut :

 

Gunung Saniri

Gunung saniri sangat terkait dengan sejarah perjuangan Pattimura. Ini adalah tempat pengambilan api obor pattimura. Secara geografis, terletak antara Negeri Tuhaha dan Siri Sori serta Saparua. Lokasi ini tetap dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. Di gunung ini pula perayaan hari pattimura dilakukan Upacara Pembakaran Obor untuk diarak sampai ke Kota Ambon. Kegiatan ini telah diagendakan dalam Calender Of Event Kabupaten Maluku Tengah/ Provinsi Maluku.

Sarana  :

Sarana penunjang kegiatan wisata terdiri dari : Pelayanan kesehatan, PLN, Air bersih, Kantor Pos serta jalan aspal 7,5 Km2